Selasa, 25 Maret 2014

Cyberclass dan Digital Book



Cyberclass


Pengertian dan Tujuan

Virtual class adalah kegiatan belajar mengajar menggunakan ruangan dengan menggunakan e-learning/ tempat terjadinya kegiatan virtual learning. Dalam virtual class dapat diketahui kemajuan (progress) proses belajar, dimana dapat dipantau baik oleh pengajar maupun peserta didik. Selain utamanya digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh (distance education), sistem tersebut juga dapat digunakan sebagai tambahan atau penunjang dalam kelas tatap muka.Virtual Learning merupakan pembelajaran dengan menggunakan media elektronik, disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer diseluruh dunia yang terkoneksi dengan internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan). Jumlah peserta didik yang dapat ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas)
Virtual Learning termasuk pembelajaran elektronik atau E-Learning. ELearning adalah pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti internet, intranet, CD-ROM, videotape, DVD, TV, handphone, PDA, dan lain-lain (Lende, 2004). Akan tetapi,Virtual Learning adalah pembelajaran yang lebih dominan menggunakan internet (berbasis web). Lebih jauh ditegaskan bahwa e-Learning diartikan sebagai cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e- learning, peserta didik (learner atau siswa) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelasuntuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru/tutor secara langsung. Virtual Learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentusaja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.

Tujuan e-learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing-masing. e-learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telefon, dan satelit.

Konsep Sistem Virtual Class

            Kegiatan belajar dengan system virtual class membutuhkan beberapa perangkat dalam pelaksanaannya, diantaranya: 2 buah kamera (1 di ruangan dosen dan 1 lagi di kelas), Layar beserta LCD Proyektor, 2 buah Mic (1 di ruang dosen dan 1 lagi di kelas), Pengawas di kelas yang diambilkan dari pegawai Tata Usaha, 2 buah Speaker (1 di ruang dosen dan 1 lagi di kelas), 2 buah CPU (1 di kelas tanpa monitor dan 1 di ruang dosen dengan monitor), 2 Buah Keyboard dan Mouse (1 di ruang kelas dan 1 di ruang dosen). Sistem Virtual Class dengan menggunakan aplikasi Darwin Streaming Server (DSS) terdiri dari 3 bagian utama yaitu bagian broadcaster, bagian streaming server, dan bagian web server. Gambaran mengenai virtual class dapat di lihat pada Gambar 1. Gambar 1. Sistem Virtual Class (Arrohwany,2008)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Virtual Class, adalah sebagai berikut:
a. Ketersediaan hardware dan software pendukung yang dibutuhkan
b. Tersedianya infrastruktur jaringan pendukung yang memadai
c. Kebijakan yang mendukung pelaksanaan Virtual Class

Beberapa ciri penerapan Student-Centered Learning di Perguruan Tinggi yaitu sebagai berikut:
a. Terjadinya berbagai aktivitas belajar;
b. Display hasil karya mahasiswa;
c. Tersedia banyak materi belajar dari berbagai sumber belajar;
d. Tersedia banyak tempat yang nyaman untuk diskusi/bercengkerama;
e. Ada keterlibatan dunia bisnis/industri dan masyarakat lainnya;

Parameter Student-Centered Learning Beberapa parameter yang dapat mengukur penerapan Student-Centered Learning adalah :
a. Terjadinya perubahan pola belajar mahasiswa
b. Terjadinya perubahan pola mengajar dosen
c. Terjadinya suasana perkuliahan yang lebih interaktif dan dinamis
d. Terpenuhinya 3 kompetensi pembelajaran (to know, to do, to be)


Digital Book

 
Gambar E-learning
 


Pengertian
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.

Tujuan
1.      Untuk meningkatan layanan perpustakaan yang berbasis kebutuhan pengguna, perkembangan teknologi informasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
2.      Untuk memperluas jaringan informasi yang pada gilirannya akan mempermudah akses ke dalam sumber-sumber informasi apapun bentuk dan jenisnya.
3.      Karena kebutuhan akan pelestarian informasi (baik informasi elektronik maupun sumber informasi tercetak).
4.      Untuk meningkatkan pengembangan secara sistematis: perangkat untuk mengumpulkan, menyimpan dan mengatur informasi dan pengetahuan dalam bentuk digital.
5.      Menciptakan sistem terintegrasi yang lebih luas, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh pengguna dimanapun dan kapanpun berada.

Manfaat
  • Ukuran fisik kecil, KarenaeBook memiliki format digital, dia dapat disimpan dalam penyimpan data (harddisk, CD-ROM, DVD) dalam format yang kompak. Puluhan, bahkan ratusan, buku dapat disimpan dalam sebuah DVD sehingga tidak mengambil banyak tempat (ruangan yang besar).
  • Mudah dibawa, Beberapa buku dalam format eBook dapat dibawa dengan mudah, sementara itu membawa buku dalam format cetak sangat berat.
  • Tidak lapuk, eBook tidak menjadi lapuk layaknya buku biasa. Format digital dari eBook dapat bertahan sepanjang masa dengan kualitas yang tidak berubah.
  • Mudah diproses, Isi dari eBook dapat dilacak, di-search dengan mudah dan cepat. Hal ini sangat bermanfaat bagi orang yang melakukan studi literatur.
  • Dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak dapat membaca, Karena format eBook dapat diproses oleh komputer, maka isi dari eBook dapat dibacakan oleh sebuah komputer dengan menggunakan text to speech synthesizer. Tentunya riset masih dibutuhkan untuk membuat teknologi pembacaan yang bagus. Selain untuk orang buta, pembacaan ini juga dapat digunakan oleh orang yang buta huruf. Selain itu peragaan juga dapat diset dengan menggunakan huruf (font) yang besar bagi orang yang sulit membaca dengan huruf kecil.
  • Penggandaan (duplikasi, copying), eBook  sangat mudah dan murah. Untuk membuat ribuan copy dari eBook dapat dilakukan dengan murah, sementara untuk mencetak ribuan buku membutuhkan biaya yang sangat mahal. (Tentunya kemudahan penggandaan ini memiliki efek ganda, yaitu mudah dibajak. Tapi ini cerita lain.)

Senin, 24 Maret 2014

Pengertian dan Pengenalan Android




 


Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler atau Tablet PC  yang berbasis linux. Andoid bagaikan jamur di musim hujan. Baru aja diluncurkan tetapi sudah dapat mengalahkan sistem operasi lainnya. Hal ini dikarenakan Android dibuat dan diciptakan yang bertujuan sebagai sistem operasi yang open source atau bebas digunakan tanpa terikat lisensi. Hal inilah yang menyebabkan Android dapat berkembang pesat. Selain mudah digunakan dan dapat juga dengan mudah untuk membuat aplikasinya.

Kembali ke pembahasan.  Telah disebutkan diatas, bahwa Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak (Mobile). 

Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi. Termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat peluncuran perdana Android pada tanggal 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).


Sejarah dan Pesaing Android

Selain kita mengetahui pengertian Android, perlu juga kita untuk mengetahui sejarah perkembangan Android dan pesaing-pesaingnya. Singkatnya, smartphone pertama adalah Nokia 9000 series yang keluar tahun 1996, kemudian dilanjutkan oleh jajaran smartphone Palm yang merajai era 2000-an. Pada tahun 2001, Microsoft mengumumkan Windows CE Pocket PC Operating System, yang menandai lahirnya smartphone yang didukung oleh sistem operasi Microsoft Windows.

Sejarah setelah itu mencatat kemunculan tiga buah kekuatan besar di dalam persaingan sistem operasi smartphone, yaitu BlackBerry yang muncul pertama kali di tahun 2002 dengan mengeluarkan Blackberry 5810. Blackberry sejak saat itu merajai pangsa pasar ponsel pintar hingga di sekitaran tahun 2009-2010.

Tahun 2007, Apple mengeluarkan iPhone seri pertama.Dan tahun 2008, lahirlah HTC Dream, sebuah smartphone pertama yang memiliki sistem operasi berbasiskan Android.Dan sejak saat itu, era baru ponsel pintar pun dimulai.

Android awal mulanya adalah sebuah upstart kecil yang digawangi oleh Andy Rubin, tim mereka bekerja untuk membuat sebuah sistem operasi yang dikhususkan untuk ponsel pintar, dimana OS tersebut harus mampu bekerja secara efektif dalam batasan daya dan memori terbatas yang ada di smartphone, sampai akhirnya Google melirik kerjaan mereka.


Sekarang Android merebak dimana-mana karena tidak lepas dari visi Andy Rubin ketika pertama kali memikirkan tentang sebuah Sistem Operasi untuk smartphone :


Your phone is a tool for communicating, you should not be communicating with the phone; you should be communicating with somebody on the other side of the phone. – Andy Rubin

Singkatnya, Andy Rubin dan Google pun bertemu kemudian Google berkata bahwa dia tertarik tentang apa yang sedang mereka lakukan dan ingin tahu lebih lanjut soal Android. Sama seperti kita, Google pun bertanya ke Andy Rubin, “Lihatlah, di luar sana sudah banyak sekali OS untuk smartphone (Blackberry, iOS, Windows, dsb) lalu untuk apa Android ada?”

Dan Andy Rubin menjawab, "Anda salah, Google. Dunia ini masih butuh sebuah OS untuk smartphone, yang bersifat Open Source ".

Sifat Android yang Open Source itulah yang akhirnya membuat Google tertarik untuk mengembangkannya, Android pun dibelinya dan OHA (Open Handset Alliance) dibentuk untuk mendukung Android, dan membuat smartphone yang lebih baik. Open source juga yang membedakannya dari operating system lainnya. Dan open source jugalah yang membuat Android mudah diadopsi oleh pabrikan smartphone lainnya, dan menjadi populer dengan cepat.

Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.

Versi android terbaru yaitu versi 3.0. Android juga sudah bergabung dengan beberapa smart mobile seperti Samsung, Sony Ericsson dan lainnya. Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).

Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.

Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.
- Android versi 1.1
- Android versi 1.5 (Cupcake)
- Android versi 1.6 (Donut)
- Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
- Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
- Android versi 2.3 (Gingerbread)
- Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
- Ice Cream Sandwich 4.0.x (Oktober 2011)
-JellyBean4.1(Mei2012)
Untuk versi-versi terbaru lainnya baca di
Versi-versi terbaru Android.

Android lantas mengeluarkan versi 1.5 yang diberi nama Cupcake pada April 2009, lima bulan kemudian muncul versi 1.6 atau Donut. Setelah itu muncullah versi-versi terbaru. Dari banyak versi di atas, ada beberapa versi yang spesial atau berbeda dengan lainnya, contohnya Android versi Honeycomb adalah OS pertama kali yang didesain untuk tablet Android. Kemudian datang Ice Cream Sandwich yang didesain untuk menyempurnakan Honeycomb, yaitu bisa berjalan baik di phone maupun tablet.


Fitur yang tersedia di Android diantaranya :
1.  Kerangka aplikasi
==> Itu memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.

2.  Dalvik mesin virtual
==> Mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.

3.  Grafik
==> Grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.

4. SQLite
==> Untuk penyimpanan data.

5. Mendukung media
==> Audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)

6. GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)

7.  Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware).

Keunggulan Android

Setelah mengenal Android, dan mengetahui sejarah serta fitur-fitur yang ada pada Android. Sudahkah sobat mengetahui Apa saja keunggulan Android dibandingkan dengan pesaingnya sesama sistem operasi untuk telepon seluler lainnya? Keunggulan Android diantaranya :

1. Keterbukaan (Open Source)
Memang yang gratis dan tanpa lisensi banyak disukai para pengembang. Inilah yang menjadi keunggulan utama dari Android. Android sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Android menyediakan akses ke fungsi dasar perangkat mobile menggunakan standar panggilan ke API.

Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

2. Penghancuran perbatasan
Keunggulan kedua adalah sobat dapat menggabungkan informasi dari Internet ke dalam telepon, seperti informasi kontak, atau data pada lokasi geografis untuk mendapatkan kesempatan baru.

3. Kesamaan aplikasi
Untuk Android ada perbedaan antara telepon utama aplikasi dan perangkat lunak lain, anda bahkan dapat mengubah program untuk memutar nomor, atau screen saver.

4. Cepat dan mudah perkembangan
Dalam SDK memiliki semua yang anda butuhkan untuk membuat dan menjalankan aplikasi Android, termasuk simulator ini instrumen, dan alat debugging maju. Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. 
Berikut ini susunan dari lapisan – lapisan tersebut dari lapisan dasar hingga lapisan teratas:
a. Linux Kernel
Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android ini adalah kernel.

b. Android Runtime
Lapisan setelah Kernel Linux adalah Android Runtime.Android Runtime ini berisi Core Libraries dan Dalvik Virtual Machine. Core Libraries mencakup serangkaian inti library Java, artinya Android menyertakan satu set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi-fungsi yang ada pada library-library dasar bahasa pemrograman Java.

c. Libraries
Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries. Android menyertakan satu set library- library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android.

d. Application Framework
Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application Framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone,aplikasi telepon, pergantian antar – proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon.

e. Application
Di lapisan teratas bertempat pada aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka mengakses fungsi- fungsi dasar tersebut melalui user interface.


http://dasar-pendidikan.blogspot.com/2013/04/arti-android-sejarah-dan-perkembangan.html