Cyberclass
Pengertian
dan Tujuan
Virtual class adalah kegiatan belajar mengajar
menggunakan ruangan dengan menggunakan e-learning/ tempat terjadinya kegiatan
virtual learning. Dalam virtual class dapat diketahui kemajuan (progress)
proses belajar, dimana dapat dipantau baik oleh pengajar maupun peserta didik.
Selain utamanya digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh (distance
education), sistem tersebut juga dapat digunakan sebagai tambahan atau
penunjang dalam kelas tatap muka.Virtual Learning merupakan pembelajaran dengan
menggunakan media elektronik, disampaikan dengan menggunakan media elektronik
yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit
komputer diseluruh dunia yang terkoneksi dengan internet) dan Intranet
(jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan).
Jumlah peserta didik yang dapat ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari
pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak
terbatas pada besarnya ruang kelas)
Virtual Learning termasuk pembelajaran elektronik atau
E-Learning. ELearning adalah pembelajaran baik secara formal maupun informal
yang dilakukan melalui media elektronik, seperti internet, intranet, CD-ROM,
videotape, DVD, TV, handphone, PDA, dan lain-lain (Lende, 2004). Akan
tetapi,Virtual Learning adalah pembelajaran yang lebih dominan menggunakan
internet (berbasis web). Lebih jauh ditegaskan bahwa e-Learning diartikan
sebagai cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan
konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan
e- learning, peserta didik (learner atau siswa) tidak perlu duduk dengan manis
di ruang kelasuntuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru/tutor secara
langsung. Virtual Learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu
pembelajaran, dan tentusaja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah
program studi atau program pendidikan.
Tujuan e-learning adalah
untuk meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang
diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa,
meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi
pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para
mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing-masing. e-learning merupakan alternatif
pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar
mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti
teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti
local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti
radio, telefon, dan satelit.
Konsep Sistem Virtual Class
Kegiatan belajar dengan system virtual class membutuhkan beberapa perangkat
dalam pelaksanaannya, diantaranya: 2 buah kamera (1 di ruangan dosen dan 1 lagi
di kelas), Layar beserta LCD Proyektor, 2 buah Mic (1 di ruang dosen dan 1 lagi
di kelas), Pengawas di kelas yang diambilkan dari pegawai Tata Usaha, 2 buah
Speaker (1 di ruang dosen dan 1 lagi di kelas), 2 buah CPU (1 di kelas tanpa
monitor dan 1 di ruang dosen dengan monitor), 2 Buah Keyboard dan Mouse (1 di
ruang kelas dan 1 di ruang dosen). Sistem Virtual Class dengan menggunakan
aplikasi Darwin Streaming Server (DSS) terdiri dari 3 bagian utama yaitu bagian
broadcaster, bagian streaming server, dan bagian web server. Gambaran mengenai
virtual class dapat di lihat pada Gambar 1. Gambar 1. Sistem Virtual Class
(Arrohwany,2008)
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Virtual Class, adalah sebagai
berikut:
a.
Ketersediaan hardware dan software pendukung yang dibutuhkan
b.
Tersedianya infrastruktur jaringan pendukung yang memadai
c.
Kebijakan yang mendukung pelaksanaan Virtual Class
Beberapa
ciri penerapan Student-Centered Learning di Perguruan Tinggi yaitu sebagai
berikut:
a.
Terjadinya berbagai aktivitas belajar;
b.
Display hasil karya mahasiswa;
c.
Tersedia banyak materi belajar dari berbagai sumber belajar;
d.
Tersedia banyak tempat yang nyaman untuk diskusi/bercengkerama;
e.
Ada keterlibatan dunia bisnis/industri dan masyarakat lainnya;
Parameter Student-Centered Learning Beberapa parameter yang
dapat mengukur penerapan Student-Centered Learning adalah :
a.
Terjadinya perubahan pola belajar mahasiswa
b.
Terjadinya perubahan pola mengajar dosen
c.
Terjadinya suasana perkuliahan yang lebih interaktif dan dinamis
d.
Terpenuhinya 3 kompetensi pembelajaran (to know, to do, to be)
Digital Book
Gambar E-learning
Pengertian
Buku
elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku
digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang
dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi
digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik
diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga
umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik
dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku
elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html. Masing-masing
format memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan juga bergantung
dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.
Tujuan
1. Untuk
meningkatan layanan perpustakaan yang berbasis kebutuhan pengguna, perkembangan
teknologi informasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Untuk
memperluas jaringan informasi yang pada gilirannya akan mempermudah akses ke
dalam sumber-sumber informasi apapun bentuk dan jenisnya.
3. Karena
kebutuhan akan pelestarian informasi (baik informasi elektronik maupun sumber
informasi tercetak).
4. Untuk
meningkatkan pengembangan secara sistematis: perangkat untuk mengumpulkan,
menyimpan dan mengatur informasi dan pengetahuan dalam bentuk digital.
5. Menciptakan
sistem terintegrasi yang lebih luas, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh
pengguna dimanapun dan kapanpun berada.
Manfaat
- Ukuran fisik kecil, KarenaeBook memiliki format digital, dia dapat disimpan dalam penyimpan data (harddisk, CD-ROM, DVD) dalam format yang kompak. Puluhan, bahkan ratusan, buku dapat disimpan dalam sebuah DVD sehingga tidak mengambil banyak tempat (ruangan yang besar).
- Mudah dibawa, Beberapa buku dalam format eBook dapat dibawa dengan mudah, sementara itu membawa buku dalam format cetak sangat berat.
- Tidak lapuk, eBook tidak menjadi lapuk layaknya buku biasa. Format digital dari eBook dapat bertahan sepanjang masa dengan kualitas yang tidak berubah.
- Mudah diproses, Isi dari eBook dapat dilacak, di-search dengan mudah dan cepat. Hal ini sangat bermanfaat bagi orang yang melakukan studi literatur.
- Dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak dapat membaca, Karena format eBook dapat diproses oleh komputer, maka isi dari eBook dapat dibacakan oleh sebuah komputer dengan menggunakan text to speech synthesizer. Tentunya riset masih dibutuhkan untuk membuat teknologi pembacaan yang bagus. Selain untuk orang buta, pembacaan ini juga dapat digunakan oleh orang yang buta huruf. Selain itu peragaan juga dapat diset dengan menggunakan huruf (font) yang besar bagi orang yang sulit membaca dengan huruf kecil.
- Penggandaan (duplikasi, copying), eBook sangat mudah dan murah. Untuk membuat ribuan copy dari eBook dapat dilakukan dengan murah, sementara untuk mencetak ribuan buku membutuhkan biaya yang sangat mahal. (Tentunya kemudahan penggandaan ini memiliki efek ganda, yaitu mudah dibajak. Tapi ini cerita lain.)