Sabtu, 23 Agustus 2014
Selasa, 19 Agustus 2014
Komunikasi
Data
Komunikasi Data adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan data dari 2
device/lebih yang terhubung dalam 1 jaringan.
Fungsi Sistem Komunikasi Data :
ü Memberikan
Informasi kepada orang yang tepat dan tepat waktu
ü Memberikan
Informasi data baru (up to date)
ü Memungkinkanorang
yang berbeda pada lokasi geografis berbeda dapat saling berkomunikasi
Bentuk Komunikasi Data:
v Suara
(audio)
v Video
(Video – Audio Video)
v Data
Bentuk Komunikasi Suara:
Ø Komunikasi Radio Amatir
Contoh : HT
Ø Komunikasi
Radio Panggil
Contoh : Pager
Ø Komunikasi
Radio Telepon
Perangkat Komunkasi Data :
DCE (Data Communication Equipment)
è Berfungsi
untuk menyalurkan informasi antar lokasi
DTE (Data Terminal Eqipment)
è Berfungsi
untuk mengatur masuk-keluarnya nformasi (pemakai-komputer)
DCCU (Data Communication Control Unit)
è Merupakan
bagian integral yang baku dari sistem komunkasi data sehingga tidak dapat
sehingga tidak dapat diidentifikasi secara terisah.
Tugas DCCU :
ü Membentuk
antar muka / interface antar sistem I/O
bus dan modem
ü Mengendalikan
sinyal antar muka modem denagn konversi level sinyal
ü Mengubah
data yang akan dikirimkan menjadi serial dan sebaliknya
ü Mengatur
error convery dengan mekanisme retry
ü Melakukan
konversi sandi
Selasa, 12 Agustus 2014
PROTOCOL JARINGAN
Nama
: Silfia Irdiana Rahma
Kelas
: XI TKJ
KUMPULAN PROTOCOL JARINGAN
1. Pengertian Protokol
Sebelum membahas lebih jauh tentang
pengertian dari masing-masing layer dalam protokol, alangkah baiknya kita
mengetahui terlebih dahulu apa itu protokol dalam sebuah Jaringan Komputer ? Protokol
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya
hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik
komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau
kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan
koneksi perangkat keras. Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus
dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi
gagal di network. Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF,
ETSI, ITU, dan ANSI. Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam
sebuah jaringan diantaranya adalah :
- Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada
tidaknya komputer / mesin lainnya.
- Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
- Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
- Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
- Bagaimana format pesan yang digunakan.
- Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau
pesan yang tidak sempurna.
- Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan
langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
- Mengakhiri suatu koneksi.
2.
Lapisan Pada Protocol TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol )
adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam
proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan
Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal
1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer
dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan
sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme
transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Definisi Masing-masing Layer pada
model TCP/IP
TCP/IP dikembangkan sebelum model
OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya
dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya dibuat atas lima lapisan
saja: physical, data link, network, transport dan application. Hanya lapisan
aplikasi pada TCP/IP mencakupi tiga lapisan OSI teratas, sebagaimana dapat
dilihat pada Gambar berikut. Khusus layer keempat, Protokol TCP/IP
mendefinisikan 2 buah protokol yakni Transmission Control Protocol (TCP) dan
User Datagram Protocol Protocol (UDP). Sementara itu pada lapisan ketiga,
TCP/IP mendefiniskan sebagai Internetworking Protocol (IP), namun ada beberapa
protokol lain yang mendukung pergerakan data pada lapisan ini.
Physical
Layer. Pada lapisan ini TCP/IP tidak
mendefinisikan protokol yang spesifik. Artinya TCP/IP mendukung semua standar
dan proprietary protokol lain. Pada lapisan ini ditentukan karakteristik media
transmisi, rata-rata pensinyalan, serta skema pengkodean sinyal dan sarana
sistem pengiriman data ke device yang terhubung ke network
- Data Link Layer. Berkaitan
dengan logical-interface diantara satu ujung sistem dan jaringan dan
melakukan fragmentasi atau defragmentasi datagram. Ada juga beberapa
pendapat yang menggabungkan lapisan ini dengan lapisan fisik sehingga
kedua lapisan ini dianggap sebagai satu lapisan, sehingga TCP/IP dianggap
hanya terdiri dari empat lapis. Perhatikan perbandingannya pada kedua
gambar di atas.
- Network Layer Internet
Protocol (IP). Berkaitan dengan routing data dari sumber ke tujuan.
Pelayanan pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat
tujuan tidak dalam jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch
paket antara jaringan fisik yang beda; memutuskan gateway yang digunakan).
Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol lain yaitu
RARP, ICMP, ARP dan IGMP.
- Internetworking Protocol (IP) Adalah mekanisme transmisi yang digunakan oleh
TCP/IP. IP disebut juga unreliable dan connectionless datagram
protocol-a besteffort delivery service. IP mentransportasikan data
dalam paket-paket yang disebut datagram.
- Address Resolution Protocol (ARP) ARP digunakan untuk menyesuaikan alamat IP dengan
alamatfisik (Physical address).
- Reverse Address Resolution Protocol (RARP) RARP membolehkan host menemukan alamat IP nya jika dia
sudah tahu alamat fiskinya. Ini berlaku pada saat host baru terkoneksi ke
jaringan.
- Internet Control Message Protocol (ICMP) ICMP adalah suatu mekanisme yang digunakan oleh
sejumlah host dan gateway untuk mengirim notifikasi datagram yang
mengalami masalah kepada host pengirim.Internet
- Group Message Protocol (IGMP) IGMP digunakan untuk memfasilitasi transmisi message
yang simultan kepasa kelompok/group penerima.
- Transport Layer. Pada
lapisan ini terbagi menjadi dua, UDP dan TCP
- User Datagram Protocol (UDP) UDP adalah protokol process-to-process yang
menambahakan hanya alamat port, check-sum error control, dan panjang
informasi data dari lapisan di atasnya. (Connectionless)
- Transmission Control Protocol (TCP) TCP menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk
aplikasi. TCP juga dikatakan protokol transport untuk stream yang
reliabel. Dalam konteks ini artinya TCP bermakna connectionoriented,
dengan kata lain: koneksi end-to-end harus dibangun dulu di kedua ujung
terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data. (Connection
Oriented)
- Application Layer. Layer dalam TCP/IP adalah kombinasi lapisan-lapisan session, presentation dan application pada OSI yang menyediakan komunikasi diantara proses atau aplikasi-aplikasi pada host yang berbeda: telnet, ftp, http,dll.
Untuk mengontrol operasi pertukaran
data, informasi kontrol serta data user harus ditransmisikan, sebagaimana
digambarkan pada gambar di bawah. Dapat dikatakan bahwa proses pengiriman
menggerakkan satu blok data dan meneruskannya ke TCP. TCP memecah blok data ini
menjadi bagian-bagian kecil agar mudah disusun. Untuk setiap bagian-bagian
kecil ini, TCP menyisipkan informasi kontrol yang disebut sebagai TCP header,
yang akhirnya membentuk segmen TCP. Informasi kontrol dipergunakan oleh
pasangan (peer) entiti protokol TCP pada host lainnya. Contoh item-item yang
termasuk dalam header ini adalah sebagai berikut:
- Destination port:
saat entiti penerima TCP menerima segmen TCP, harus diketahui kepada siapa
data tersebut dikirimkan.
- Sequence number:
TCP memberikan nomor yang dikirim secara bertahap ke port tujuan, sehingga
jika destination menerima tidak sesuai dengan urutannya, maka entiti
destination akan meminta untuk dikirim kembali.
- Checksum:
pada pengiriman segmen TCP diikutkan pula suatu kode yang yang
disebut dengan segment remainder. Remainder TCP yang diterima akan
dikalkulasi dan dibandingkan hasilnya dengan kode yang datang. Jika
terjadi ketidasesuaian, berarti telah terjadi kesalahan transmisi.
Sebagai tambahan Application merupakan
Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan
akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup
protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS),
Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet,
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol
(SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack
Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi
berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau
NetBios over TCP/IP (NetBT).
3.
Lapisan Model Osi Layer
Pengertian model OSI
(Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas
tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.
OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization
for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh
lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar
dari model OSI 7 LayerBerikut deskripsi Model referensi OSI:
- Sebuah Model Layer
- Setiap layer melakukan sekumpulan fungsi tertentu untuk
mensukseskan komunikasi data
- Setiap layer bergantung pada layer yang ada di bawahnya
untuk melakukan fungsinya
- Setiap layer akan mendukung operasi lapisan yang berada
di atasnya
- Implementasi pada setiap lapis seharusnya tidak
bergantung pada lapisan lainnya
Definisi masing-masing Layer pada
model OSI
1.Physical adalah Layer paling bawah
dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan,
metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya
Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level
ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat
berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.Data Link Befungsi untuk
menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut
sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow
control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control
Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan
seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi. Spesifikasi IEEE
802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical
Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP,
membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui
internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam
paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga
dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level
ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses
(acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang
di tengah jalan.
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi
dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga
dilakukan resolusi nama.
6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang
hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan
melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak
redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation
(dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing
(VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,
seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application
layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas
jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian
membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah
HTTP, FTP, SMTP, NFS.
Cara Kerja Model OSI
Cara Kerja : Pembentukan paket
dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke
presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer
kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data
ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya
lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data
dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data
mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas.
Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media
transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa
data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host
bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika
host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network
layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan.
Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer
communication
4.Pengertian
Masing-Masing Protocol ialah sebagai berikut:
1.HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan
bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP
juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga
web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP
ini.Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang
menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat
menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian,
HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak usah membuang waktu untuk
pembuatan koneksi berulang-ulang.
2.HTTPS (Securre HTTP) merupakan
bentuk protokol yang aman karena segala perintah dan data yang lewat protokol
ini akan diacak dengan berbagai format sehingga sulit untuk dibajak isinya
maupun dilihat perintah-perintah yang dieksekusi.
3.FTP (File Transfer Protocol)
adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan
standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam
sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling
awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan
pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara
klien FTP dan server FTP. Pada umumnya browser-browser versi terbaru sudah
mendukung FTP.
4.SMTP(Simple Mail Transfer
Protocol) adalah suatu protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan e-mail
antar server, yang bisa dianalogikan sebagai kantor pos.
5.POP atau Post Office Protocol,
sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail.
POP yang sekarang lebih umum dikenal dengan POP3 (POP – Version 3), dimaksudkan
untuk mengizinkan client untuk mengakses secara dinamis mail yang masih ada di
POP3 server. POP3 menawarkan pada user untuk meninggalkan mail-nya di POP3
server, dan mengambil mail-nya tersebut dari sejumlah sistem sebarang. Untuk
mengambil mail dengan menggunakan POP3 dari suatu client, banyak pilihan yang
dapat digunakan seperti Sun Microsystem Inc.’s Mailtool, QualComm Inc.’s
Eudora, Netscape Comm. Corp.’s Netscape Mail dan Microsoft Corp.’s Outlook
Express.
POP3 tidak dimaksudkan untuk
menyediakan operasi manipulasi mail yang ada di server secara luas. Pada POP3,
mail diambil dari server dan kemudian dihapus (bisa juga tidak dihapus). Segala
sesuatu tentang protokol POP3 ini dibahas dalam RFC (Request For Comment) 1725.
Protokol yang lebih tinggi dan lebih kompleks, yaitu IMAP4, dibahas dalam RFC
1730.
Mode POP3
Ada dua jenis mode pada POP3 yaitu
mode offline dan mode inline. Pada mode offline, POP3 mengambil dan kemudian
menghapus mail yang tersimpan dari server. POP3 bekerja dengan baik pada mode
ini, karena terutama memang didisain untuk berlaku sebagai sebuah sistem mail
yang memiliki sifat “store-and-forward”. Server, pada mode offline, berlaku
seperti sebuah tempat penampungan yang menyimpan mail sampai user memintanya.
6.IMAP (Internet Message Access
Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server.
IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat
folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail
yang ada.
5.Perbedaan
antara UDP dan TCP
User Datagram Protocol (UDP) UDP adalah protokol process-to-process yang menambahakan
hanya alamat port, check-sum error control, dan panjang informasi data dari
lapisan di atasnya. (Connectionless)
UDP memiliki karakteristik-karakteristik
berikut:
- Connectionless
(tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan
proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
- Unreliable
(tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa
adanya nomor urut atau pesan . Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di
atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama
transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP
mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim
pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah
didefinisikan.
- UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke
sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host
dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field
Source Process Identification dan Destination Process Identification.
- UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit
terhadap keseluruhan pesan UDP.
UDP tidak menyediakan
layanan-layanan antar-host berikut:
- UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering)
dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan
tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang
berjalan di atas UDP.
- UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang
besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol
TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP
harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data
tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar
dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah
menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
- UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control,
seperti yang dimiliki oleh TCP.
UDP sering digunakan dalam beberapa
tugas berikut:
- Protokol yang "ringan" (lightweight): Untuk
menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan
aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan
fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol
yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan
aplikasi.Domain Name System
- Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan
layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan
transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang
ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti
ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System
(NFS)
- Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh
protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).
- Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang
tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu,
maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi
dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat
multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya
dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol
NetBIOS Name Service.
UDP, berbeda dengan TCP yang
memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan
pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages).
Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol
lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram
IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan
menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat
memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran
terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram
IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi
kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan
Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.
Dalam header IP dari sebuah
pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke antarmuka host yang
mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address
akan diset ke alamat IP multicast dari sebuah host tertentu, alamat IP
broadcast, atau alamat IP multicast.
Transmission Control Protocol (TCP) TCP menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk
aplikasi. TCP juga dikatakan protokol transport untuk stream yang reliabel.
Dalam konteks ini artinya TCP bermakna connectionoriented, dengan kata lain:
koneksi end-to-end harus dibangun dulu di kedua ujung terminal sebelum kedua
ujung terminal mengirimkan data. (Connection Oriented)
Protokol TCP/IP selalu berevolusi
seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan
komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti
halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP,
skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut
sebagai Request for Comments
(RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Protokol TCP/IP menggunakan dua buah
skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah
komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni
sebagai berikut:
- Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri
atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam
format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang
diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua
bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat
mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host
identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan
tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000
ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban
yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan
secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration
Protocol (DHCP) (dinamis).
- Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini
merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang
diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>,
di mana <nama_domain> mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer
berada, dan <nama_host> mengidentifikasikan sebuah komputer dalam
jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain
Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org
merepresentasikan sebuah host dengan nama "id" yang
terdapat di dalam domain jaringan "wikipedia.org".Nama Domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di
dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNs, yang memiliki nama
"." (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih
mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam
TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih
dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke
dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS,
yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts
(/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.
Berikut ini adalah layanan
tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
- Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol(FTP) memungkinkan pengguna
komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah
host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah
penggunaan nama pengguna (user name) dan [[password]],
meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous),
alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP
dapat dilihat pada RFC 959.)
- Remote login. Network terminal Protocol (telnet)
memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam
suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini
berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan
dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet
dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
- Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik.
(Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 dan
RFC 822.)
- Network File System (NFS).
Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang
memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan,
seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih
lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
- Remote execution.
Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program
tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna
menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak
dalam suatu sistem komputer.
Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.) - Name server
yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada
Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823
yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang
bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)
Dikarenakan TCP/IP adalah
serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari
keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas
dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP
mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.
Karena TCP/IP merupakan salah satu
lapisan protokol Model OSI, berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7
lapisan OSI tersebut. Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai "upper
level protocol" sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai
"lower level protocol". Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi
fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer
sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang
sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan
dengan lapisan data link pengirim) selain dengan satu layer di
atas atau di bawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan
transpor di atasnya atau dengan lapisan data link di bawahnya).
Model dengan menggunakan lapisan ini
merupakan sebuah konsep yang penting karena suatu fungsi yang rumit yang
berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yang lebih
kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya
dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan
tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yang dilakukan
atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan
menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang
berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat.
Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan
lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai Peer
process. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan
antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan
memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah
dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat interface
(antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang
diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan
sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan
protokol dikenal sebagai "arsitektur jaringan".
6.
Pengertian ARP
Address Resolution Protocol disingkat ARP adalah sebuah protocol dalam TCP/IP
Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke
dalam alamat Media Access
Control (MAC address). ARP
didefinisikan di dalam RFC 826.
Ketika sebuah aplikasi yang mendukung
teknologi Protocol Jaringan TCP/IP mencoba untuk mengakses sebuah host
TCP/IP dengan menggunakan alamat IP, maka alamat IP yang dimiliki oleh host
yang dituju harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam MAC address agar frame-frame
data dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi (kabel,
radio, atau cahaya), setelah diproses terlebih dahulu oleh Network Interface Card
(NIC). Hal ini dikarenakan NIC beroperasi dalam lapisan fisik dan lapisan
data-link pada tujuh lapis model referensi OSI dan menggunakan alamat fisik daripada menggunakan alamat
logis (seperti halnya alamat IP atau nama
NetBIOS) untuk melakukan komunikasi data
dalam jaringan.
Jika memang alamat yang dituju
berada di luar jaringan lokal, maka ARP akan mencoba untuk mendapatkan MAC
address dari antarmuka router lokal yang menghubungkan jaringan lokal ke
luar jaringan (di mana komputer yang dituju berada).
7.
Operator Bitwise
digunakan untuk melakukan
pemanipulasian data dalam bentuk bit (bilangan biner) seluruh operator bit
hanya dapat digunakan pada operan integer atau karakter
|
Operasi
|
keterangan
|
|
&
|
Bit AND
|
|
^
|
Bit XOR
|
|
|
|
Bit OR
|
|
-
|
Bit NOT
|
|
>>
|
Geser kekanan
|
|
<<
|
Geser kekiri
|
pukul
18:20
Langganan:
Komentar (Atom)
