Ketika saya
mendatangi salah satu rumah sakit umum di ringroad barat yogyakarta, saya
menemukan sebuah brosur, lalu membacanya dan saya berniat mengshare kepada pembaca.
Semoga bermanfaat..
Pengertian :
Demam Tifoid adalah jenis penyakit yang berkaitan
dengan demam karena adanya infeksi bakteri yang biasanya terdapat pada saluran
pencernaan(usus halus). Penyakit ini biasanya orang awam menyebutnya dengan
demam tifus/tipes.
Penyebab :
Penyebab utama demam
tifoid adalah bakteri Salmonella
typhi . Bakteri tifoid ditemukan didalam tinja dan air kemih penderita.
Penyebaran bakteri ke dalam makanan atau minuman bisa terjadi akibat pencucian
tangan yang kurang bersih setelah buang air besar maupun setelah berkemih.
Lalat bisa menyebarkan bakteri secara langsung dari tinja ke makanan.
Bakteri masuk ke dalam saluran pencernaan dan bisa masuk ke
dalam peredaran darah. Hal ini akan diikuti oleh terjadinya peradangan pada
usus dan usus besar. Pada kasus yang berat, yang berakibat fatal, jaringan yang
terkena bisa mengalami pendarahan dan perforasi
(perlubangan).
Gejala :
ü Gejala timbul dalam waktu 8-14hari
setelah terinfeksi.
ü Demam bisanya tinggi mencapai 39-40
derajat celcius
ü Sakit kepala
ü Nyeri sendi
ü Nyeri otot
ü Sakit tenggorokan
ü Sembelit dan diare (dewasa cenderung
sembelit dan anak-anak cenderung diare)
ü Nafsu makan manurun
ü Nyeri perut
ü Terkadang nyeri saat berkemih, dan
ü Batuk serta pendarahan dari hidung
Pencegahan :
Ü Vaksin tifus, bisanya akan memiliki
perlindungan selama 2-5 tahun.
Ü Para pelancong sebaiknya menghindari
makan sayuran mentah dan makanan lainnya yang disajikan atau disimpan di dalam
suhu ruangan. Sebaiknya mereka memilih makanan yang masih panas atau makanan
yang di dibekukan, minuman kaleng dan buah berkulit yang bisa dikupas.
Diagnosa :
þ Demam lebih dari tujuh hari
þ Terlihat jelas sakit dan kondisi serius
tanpa sebab yang jelas
þ Nyeri perut, kembung, mual, muntah,
diare, konstipasi
þ Delirium
þ Hepatosplenomegali (pembesaraan hati
dan limpa)
þ Pada demam tifoid berat dapat dijumpai
penurunan kesadaran, kejang, dan ikterus
þ Dapat timbul dengan tanda yang tidak
tipikal terutama pada bayi muda sebagai penyakit demam akut dengan disertai
syok dan hipotermi
Komplikasi :
è Perdarahan atau perforasi usus
è Infeksi paru (pneumonia), kandung
kemih, atau hati
è Infeksi darah (bakteremia) kadang
menyebabakan terjadinya infeksi tulang (osteomielitis), infeksi katup jantung (endokarditis),
infeksi selaput otak (meningitis), infeksi ginjal (glomerulitis) atau infeksi
saluran kemih-kelamin.
Silfia Irdiana Rahma . Dikutip”( Brosur: RSU Quuen Latifa; Jl.Ringroad barat 118,
Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Telp.(0274) 581 402 )”

