HARAM HUKUM
VALENTINE BAGI UMAT ISLAM!! KATAKAN TIDAK UNTUK VALENTINE!
Sebungkus coklat, setangkai bunga mawar, kartu ucapan
bertuliskan “I Love You” dan kata-kata romantis, dan kado-kado unik lainnya
yang rata-rata berbentuk hati, akan amat sangat mudah kita jumpai di bulan
kedua setiap tahunnya tepatnya tanggal 14 februari. Pada tanggal tersebut,
nuansa pink mewarnai dimana-mana, baik itu di mall, kampus, toko-toko, dan
restaurant. Yaaa…masyarakat pada umumnya dan para remaja pada khususnya menyebut
hari tersebut sebagai ‘hari kasih sayang’ atau istilah impornya adalah
‘Valentine Day’.
Pada hari
itu terutama kaum remaja merayakannya dengan berhura-hura. Berduyun-duyun
datang ke pesta bersama pasangan yang belum halal baginya, berdansa semalam
suntuk, saling memberi hadiah coklat, bertukar kado, dan kegiatan-kegiatan yang
berbau maksiat lainnya. Bahkan hal-hal yang hanya boleh dilakukan oleh
pasangan suami-istri pun mereka lakukan. (Na’udzubillah…)
Namun,
tahukah kita sejarah di balik semua moment tersebut atau kita hanya sekedar
ikut-ikutan untuk merayakannya sebagai ajang pembuktian diri sendiri yang ingin
mengatakan bahwa “gaul dan keren itu berarti mengikuti dan ikut merayakan
valentine”.
Firman Allah
SWT dalam Al-Quran Surah Al-Isra ayat 36 :
“Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai
pertanggunganjawabannya.”
Hadist
Rasulullah SAW : ”Barangsiapa yang
meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
(HR. Abu Daud)
Mari kita
bahas sejarah hadirnya hari tersebut…
VALENTINE
DAY (HARI BERKASIH SAYANG)
Menurut
pandangan Islam
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
“Dan jika kamu menuruti
kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka
tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
Hari
'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir
disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di
Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana
banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak
Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai
tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel,
organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang
berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan
dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen;
sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan
Valentine Day.
SEJARAH VALENTINE:
Sungguh
merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga
kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut
tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah
seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan
bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada
tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya
(pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268
- 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol
ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para
pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi
sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan
berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan
dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis”
yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah
orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'
kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara
kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan
kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai
burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
Dalam
bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang
bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine
menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan
hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr'
bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari
arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan
jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal
Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar
kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar
belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari
sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak
lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah'
muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan
kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
PANDANGAN ISLAM
Sebagai
seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi
begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari
kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa
yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam
Islam kata “tahu” berarti mampu
mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati.
Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan
hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah,
tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih
dari itu.
Oleh
kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut)
kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis
Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia
termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari
agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam
masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata
agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam)
sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di
dalam masalah 'Valentine Day'.
1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day
adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa
Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka
berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian
St. Valentine.
2. SUMBER ASASI
Valentine
jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran
manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang
kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada
Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman
Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk
Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu
mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah
tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3. TUJUAN
Tujuan
mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik.
Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula
bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran
lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya
untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan
yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang
di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri
sendiri”.
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine
Day diadakan
dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon
dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah
Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan
semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak
dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah
mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana”.
Sudah
jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar
yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita
mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata
toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
Sudah
berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine
Day ? Sudah
semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok
lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk
kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman
dan Ar Rohim.
Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu.
Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan
Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan
sistem-sistem lain.
Lihatlah
kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh
peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena
sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati
mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah
:
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti
keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu
termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
Semoga
Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk
dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta
menjalankan ajarannya.
Tujuan
dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan
para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada
Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari
golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin
(orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset
'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE"
adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492
adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau
isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam
adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari
Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin
menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam
kita di Spanyol.