Bukankah
hati kita telah lama menyatu
Dalam tali
kisah persahabatan ilahi
Pegang erat
tangan kita terakhir kalinya hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat
jalan teman
Tetaplah
berjuang semoga kita bertemu kembali
Kenang masa
indah kita
Sebiru hari
ini.
Salah satu
lagu dengan judul “Sebiru Hari Ini” di realease oleh Edcoustic. Tapi
saya disini tidak menulis untuk promosi album. Hanya saja itulah lagu yang
dipersembahkan sahabat-sahabat saya ketika melepas kepergian saya. Untuk kali
ini saya ingin mengajak ikhwah fillah untuk menyelami makna persahabatan.

Manusia
adalah makhluk sosial. Dia pasti akan berbaur dengan orang-orang yang ada
dilingkungannya. Saat dia beranjak dewasa, mulailah dia mengenal
pribadi-pribadi lain di dalam hidupnya. Persahabatan. Itulah Satu kata yang
dapat menyihir manusia. Meskipun singkat, namun memiliki makna yang dalam. Dari
mulai SD sampai tingkat tertinggi alias orang yang sudah berkeluarga tentunya
ada keinginan untuk merajut benang-benang persahabatan ini. Seseorang akan
mencari sampai dia bisa mendapatkan sahabat yang sesuai dengan hatinya. Dengan
mengatasnamakan persahabatan. Banyak remaja yang rela terseret kelubang gelap
kemaksiatan. Nge-drug, nge-seks, mabok, bahkan membunuh hanya
karena ingin dianggap sebagai sahabat yang baik dan solid.
Sebenarnya
apa sih makna sahabat??
Kebanyakan
remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri, dia juga senantiasa mencari
sahabat untuk menemani perjalanannya. Dengan membuat geng lah, ikut acara ini
itu dengan tujuan nyari sahabat yang klop. Tapi hasilnya nihil karena
yang dia dapatkan tidak sesuai dengan arti sahabat yang dia fahami. Banyak
orang yang mengartikan bahwa sahabat itu adalah orang yang selalu mengerti,
memahami dan selalu ada setiap saat jika dibutuhkan. Seperti salah satu
perusahaan dengan mottonya always listening, always understanding. 24
jam siap siaga sudah seperti rumah sakit saja. Hehe. Sebenarnya apa sih arti sahabat
itu? Apa benar sahabat itu seperti apa yang dikatakan dalam kalimat di atas?.
Yoooo kita telusuri
Ternyata
Rasulullah pun juga memiliki sahabat. Hanya saja berbeda posisinya. “Ash-Shabi
(sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah SAW, beriman kepada beliau
dan meninggal dalam keadaan Islam” (Kitab Al-Ishabah fi Tamyiz
ash-Shahabah, karya Ibnu Hajar,
hal. 101.). Jadi sahabat itu adalah orang-orang yang bertemu langsung dengan
rasulullah, mereka beriman kepadanya, berjuang bersamanya dan meninggal dalam
keadaan Islam. Luar biasa bukan pengertian sahabat yang bersanding dengan
rasulullah.
Dari
penjelasan tersebut, ikhwal fillah dapat mengambil beberapa makna. Bahwa memang
untuk menjadi seorang sahabat yang bisa bersanding dengan Rasulullah kita tidak
bisa mendapat gelar itu. Namun, kini sahabat bisa kita maknai dengan bercermin
kepada definisi diatas. Sahabat adalah orang yang berada dalam bingkai ukhuwah
Islam. Dimana dia mencintai saudara-saudaranya semata-mata karena cintanya
kepada Allah. Semata-mata beriman kepada Rasulullah yang dari lisannya yang
mulia meluncur kata-kata mutiara nan indah juga hujjah terbaik, yaitu
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh,
apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan
panas dan demam”. (HR. Muslim). Sebaik-baiknya sahabat adalah mukmin. Dia
merasakan hal yang sama atas keberadaan sahabatnya. Memahami apa yang dirasakan
meski tidak melalui kata-kata indah. Sahabat bukan berarti orang yang selalu
ada setiap saat dan setiap waktu. Sahabat adalah orang-orang yang berada dalam
satu barisan, satu perjuangan dan senantiasa membantu dalam mendekatkan diri
terhadap Sang Maha Pencipta. Yang siap mengingatkan ketika ketaatan kepada
Allah dan Rasul-Nya mulai menurun. Yang siap memotivasi ketika ujian menerpa.
Bukan berarti seorang sahabat itu harus sempurna tetapi dia akan berusaha
sempurna dengan membagi kasih sayang nya kepada orang-orang yang ada dalam
bingkai ukhuwah Islam.
Ikatan
persahabatan yang paling kokoh tidak lahir dari ikatan yang lemah. Seperti
halnya ikatan nasionalisme, ikatan patriotisme, ikatan sukuisme ataupun ikatan
kemaslahatan. Persahabatan yang lahir dari ikatan tersebut tidak akan bertahan
lama. Karena sifatnya yang temporal, akan ada jika pada saat-saat tertentu.
Berbeda dengan persahabatan dalam bingkai ukhuwah Islam. Dia akan ada di setiap
aliran darah pengembannya dan akan semakin besar frekuensinya jika terus
dipupuk dengan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Semata-mata dia berkumpul
dan berpisah hanya karena Allah. Maka inilah persahabatan yang
sebenar-benarnya. Karena atas nama Allah lah dia menjalin ikatan persahabatan sedangkan
Allah adalah sebaik-baiknya pengikat jalinan yang suci. Nah, Ikhwah fillah
sahabat yang baik itu bukan berarti sahabat yang selalu menolong kita dalam
segala hal. Apapun dia lakukan demi untuk mendapatkan gelar sahabat sejati.
Masa menolong untuk membunuh juga dilakukan? Sahabat yang baik tidak akan
membiarkan sahabatnya terjerumus. sahabat sejati tidak selalu mengiyakan apa
saja yang kita ucapkan. Melainkan dia yang senantiasa siap mengoreksi kita jika
kita salah dan keliru dalam perbuatan, sikap maupun ucapan. Jadi, apakah
Sahabat Gaul Fresh sudah menemukan sahabat sejatinya??
Wa Allahu
A’lam bi Ash-Showab