Rabu, 17 Desember 2014

Sebiru Hari Ini :)

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini. 
Salah satu lagu dengan judul “Sebiru Hari Ini” di realease oleh Edcoustic. Tapi saya disini tidak menulis untuk promosi album. Hanya saja itulah lagu yang dipersembahkan sahabat-sahabat saya ketika melepas kepergian saya. Untuk kali ini saya ingin mengajak ikhwah fillah untuk menyelami makna persahabatan.

Manusia adalah makhluk sosial. Dia pasti akan berbaur dengan orang-orang yang ada dilingkungannya. Saat dia beranjak dewasa, mulailah dia mengenal pribadi-pribadi lain di dalam hidupnya. Persahabatan. Itulah Satu kata yang dapat menyihir manusia. Meskipun singkat, namun memiliki makna yang dalam. Dari mulai SD sampai tingkat tertinggi alias orang yang sudah berkeluarga tentunya ada keinginan untuk merajut benang-benang persahabatan ini. Seseorang akan mencari sampai dia bisa mendapatkan sahabat yang sesuai dengan hatinya. Dengan mengatasnamakan persahabatan. Banyak remaja yang rela terseret kelubang gelap kemaksiatan. Nge-drug, nge-seks, mabok, bahkan membunuh hanya karena ingin dianggap sebagai sahabat yang baik dan solid.
Sebenarnya apa sih makna sahabat??
Kebanyakan remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri, dia juga senantiasa mencari sahabat untuk menemani perjalanannya. Dengan membuat geng lah, ikut acara ini itu dengan tujuan nyari sahabat yang klop. Tapi hasilnya nihil karena yang dia dapatkan tidak sesuai dengan arti sahabat yang dia fahami. Banyak orang yang mengartikan bahwa sahabat itu adalah orang yang selalu mengerti, memahami dan selalu ada setiap saat jika dibutuhkan. Seperti salah satu perusahaan dengan mottonya always listening, always understanding. 24 jam siap siaga sudah seperti rumah sakit saja. Hehe. Sebenarnya apa sih arti sahabat itu? Apa benar sahabat itu seperti apa yang dikatakan dalam kalimat di atas?. Yoooo kita telusuri
Ternyata Rasulullah pun juga memiliki sahabat. Hanya saja berbeda posisinya. “Ash-Shabi (sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah SAW, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam” (Kitab Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, karya Ibnu Hajar, hal. 101.). Jadi sahabat itu adalah orang-orang yang bertemu langsung dengan rasulullah, mereka beriman kepadanya, berjuang bersamanya dan meninggal dalam keadaan Islam. Luar biasa bukan pengertian sahabat yang bersanding dengan rasulullah.
Dari penjelasan tersebut, ikhwal fillah dapat mengambil beberapa makna. Bahwa memang untuk menjadi seorang sahabat yang bisa bersanding dengan Rasulullah kita tidak bisa mendapat gelar itu. Namun, kini sahabat bisa kita maknai dengan bercermin kepada definisi diatas. Sahabat adalah orang yang berada dalam bingkai ukhuwah Islam. Dimana dia mencintai saudara-saudaranya semata-mata karena cintanya kepada Allah. Semata-mata beriman kepada Rasulullah yang dari lisannya yang mulia meluncur kata-kata mutiara nan indah juga hujjah terbaik, yaitu “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim). Sebaik-baiknya sahabat adalah mukmin. Dia merasakan hal yang sama atas keberadaan sahabatnya. Memahami apa yang dirasakan meski tidak melalui kata-kata indah. Sahabat bukan berarti orang yang selalu ada setiap saat dan setiap waktu. Sahabat adalah orang-orang yang berada dalam satu barisan, satu perjuangan dan senantiasa membantu dalam mendekatkan diri terhadap Sang Maha Pencipta. Yang siap mengingatkan ketika ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya mulai menurun. Yang siap memotivasi ketika ujian menerpa. Bukan berarti seorang sahabat itu harus sempurna tetapi dia akan berusaha sempurna dengan membagi kasih sayang nya kepada orang-orang yang ada dalam bingkai ukhuwah Islam.
Ikatan persahabatan yang paling kokoh tidak lahir dari ikatan yang lemah. Seperti halnya ikatan nasionalisme, ikatan patriotisme, ikatan sukuisme ataupun ikatan kemaslahatan. Persahabatan yang lahir dari ikatan tersebut tidak akan bertahan lama. Karena sifatnya yang temporal, akan ada jika pada saat-saat tertentu. Berbeda dengan persahabatan dalam bingkai ukhuwah Islam. Dia akan ada di setiap aliran darah pengembannya dan akan semakin besar frekuensinya jika terus dipupuk dengan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Semata-mata dia berkumpul dan berpisah hanya karena Allah. Maka inilah persahabatan yang sebenar-benarnya. Karena atas nama Allah lah dia menjalin ikatan persahabatan sedangkan Allah adalah sebaik-baiknya pengikat jalinan yang suci. Nah, Ikhwah fillah sahabat yang baik itu bukan berarti sahabat yang selalu menolong kita dalam segala hal. Apapun dia lakukan demi untuk mendapatkan gelar sahabat sejati. Masa menolong untuk membunuh juga dilakukan? Sahabat yang baik tidak akan membiarkan sahabatnya terjerumus. sahabat sejati tidak selalu mengiyakan apa saja yang kita ucapkan. Melainkan dia yang senantiasa siap mengoreksi kita jika kita salah dan keliru dalam perbuatan, sikap maupun ucapan. Jadi, apakah Sahabat Gaul Fresh sudah menemukan sahabat sejatinya??
Wa Allahu A’lam bi Ash-Showab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar