Apa
Kelebihan Kurikulum 2013?
Ilustrasi/Admin (
http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id/)
Setelah digulirkannya Uji Publik Kurikulum 2013 yang akan menggantikan
KTSP dan akan efektif diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2013, sudah lebih
dari lima kali saya membaca bahan Uji Publik tersebut karena saking pensarannya
ingin mengetahui Apa Kelebihan Kurikulum 2013?
Sebatas kemampuan dan kebodohan saya, ada pemikiran
yang mendorong saya untuk merasa perlu menulis disini :
1. Perlunya sebuah evaluasi sebelum mengganti.
Saya dan semua bapak ibu guru pasti masih ingat betul,
pada Tahun 2006 begitu “dicaci makinya” Kurikulum 2004 dan “satria
piningit”nya adalah KTSP, metode ceramah dianggap barang “haram”dan “tabu”.
Bukankah keadaan itu berulang? dengan calon “Batman”nya adalah Kurikulum 2013.
Evaluasi kurikulum tentu sangat diperlukan dengan alat
ukur yang pasti dan disepakati kemudian disampaikan kepada publik keberhasilan
dan kegagalannya. Saya misalkan hasil evaluasi seperti ini : Dengan menggunakan
KTSP ternyata 30 % lulusan SD menjadi pencuri, 60 % menjadi tukang bohong dan
hanya 10 % yang berperilaku baik. Kesimpulannya perlu merubah KTSP.
Setiap ganti kurikulum sudahkah dilakukan seperti itu?
2. Guru
dan sekolah bukan satu-satunya pembentuk karakter anak atau siswa.
Kalau alokasi APBN untuk pendidikan 20 % itu bisa jadi
guru dan sekolah juga memilki andil
hanya 20 % dalam pembentukan karakter seorang anak/siswa.
Yang cukup menarik pada bahan uji publik : Alasan
Pengembangan Kurikulum (Slide 17)
Fenomena Negatif yang Mengemuka
- Perkelahian pelajar
- Narkoba
- Korupsi
- Plagiarisme
- Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)
- Gejolak masyarakat (social unrest)
Apakah Kurikulum atau KTSP atau guru selama ini menjadi bagian dari
penyebab Fenomena tersebut? Jika ada guru memukul siswa pastilah bukan dalam
konteks mengajari siswa untuk berkelahi.
Fenomena tersebut menurut saya bukanlah hasil dari
kurikulum dan hasil pekerjaan guru, tetapi lebih pada konteks pribadi dan
masyarakat. Saya yakin seyakin-yakinnya tidak ada guru mengajari berbohong,
menyontek, dan perbuatan keji lainnya.
Guru bagi anak bukan hanya guru riil di sekolah, melainkan orang tua, teman dekat,
masyarakat, pejabat, artis, tokoh idola, youtube, facebook, twitter, google, handphone,dan
lain-lain. bermain PS pasti lebih mengasyikkan dibanding duduk tafakur di dalam
kelas. Dan tidak ada satupun guru di sekolah yang mampu memainkan peran untuk
kesemuanya itu.
Jadi apa Kelebihan Kurikulum 2013? sampai saat saya
menulis ini, saya belum bisa menemukan Kelebihan Kurikulum 2013 yang
akan segera diberlakukan itu. Mungkin saya harus membaca 5 kali lagi untuk bisa
menemukan Kelebihan Kurikulum 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar